[K8419002] [Adinda Tri Puji Maheswari] Penulis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
A. Latar Belakang
Universitas Sebelas Maret Surakarta saat ini telah menjadi salah satu perguruan tinggi di bawah kemenristekdikti yang menerapkan konsep green campus sebagai salah satu bentuk penyelamatan lingkungan, masyarakat, alam, dan sekitarnya. Green kampus sendiri merupakan gerakan suatu sistem pendidikan, atau penelitian, atau pengabdian masyarakat yang ramah lingkungan dan melibatkan seluruh aktifitas kampus serta warga kampus untuk ikut andil dalam menjaga dan memelihara lingkungan dan sekitarnya. Hal ini juga mempengaruhi dalam ketersediaan fasilitas guna menunjang berbagai aktifitas pengelolaan sampah, terutama sampah plastik.
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik,html
Namun, apakah tahapan ini sudah menjadi tahapan yang efisien? sebagai contoh gerakan green campus yang berguna untuk menyelamatkan bumi dengan mengurangi penggunaan plastik dan menggantinya dengan bahan kertas atau sebagainya yang lebih mudah terurai. Setelah gencar – gencarnya efek dari sampah plastik yang banyak mematikan satwa di laut, belum lagi gunung sampah yang isinya hanya plastik dan membutuhkan waktu lama agar plastik itu terurai.
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik,html
B. Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan Artikel Ilmiah ini adalah untuk menganalisis bagaimana cara dalam mengurangi sampah plastik dan mengenal apa saja kegunaan plastik yang sesungguhnya, melalui Universitas Sebelas Maret yang begitu menggalakkan green campus, terlebih di Kota Surakarta ini yang mengalami peningkatan volume sampah dari tahun ke tahun.
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik,html
C. Pembahasan
Pada mulanya, plastik dibuat pada tahun 1959 oleh Sten Gustaf Thulin dengan tujuan untuk mengurangi sampah kertas, yang mana penggunaan plastik ini dapat digunakan secara berulang – ulang. Plastik juga mudah dibawa kemana saja karena bahannya yang elastis.
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik,html
Ketika perang dunia II, plastik begitu banyak diminati dan menjadi produksi alternatif proritas.Plastik pada perang dunia II mengalami kejayaan, karena masyarakat dahulu tidak menggunakan kertas dan sebagainya yang terbuat dari alam. Justru masyarakat jaman dahulu berpandangan bahwa kertas hanyalah akan merusak alam, dengan mengeksploitasi pohon – pohon, kemudian menebangnya, dan mengolahnya menjadi kertas, kemudian mengolah bahan sintetis untuk diubah menjadi kemasan yang tidak sekali pakai.
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik,html
Namun siapa sangka sekarang plastik dianggap sebagai faktor rusaknya bumi dan matinya beberapa satwa laut. Negara Indonesia sekarang menduduki peringkat kedua terbesar di dunia sebagai negara penyumbang sampah terbanyak.
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik,html
Perlu disadari bahwa, plastik yang saat ini membombardir warga di bumi, telah mengalami perubahan sudut pandang dalam pemakaian maupun fungsinya. Dalam pemakaiannya sendiri misalnya, plastik menjadi sulit terurai karena plastik sebenarnya merupakan bahan yang bukan sekali pakai. Tetapi banyak warga di Indonesia malah menggunakan plastik seolah menjadi bahan yang sebenarnya bersifat sekali pakai. Dan kemudian setelah sekali dipakai, banyak juga masyarakat yang minim kesadaran tentang bagaimana membuang sampah yang benar. Terutama di sungai maupun laut, yang hal tersebut menjadikan banyak satwa laut menelan mentah – mentah sampah hasil manusia yang banyak mengambang sampah plastik, tembaga, botol minuman, dan bahkan tidak hancur sama sekali dalam kurun waktu yang lama.
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik,html
Sebab itulah, pemerintah Indonesia mulai menggalakkan berbagai macam gerakan atau program di masyarakat untuk pengurangan sampah plastik, baik melalui aturan pemerintah, atau dengan cara mulai mengenalkan program green campus seperti salah satu Perguruan tinggi di Kota Surakarta yaitu Universitas Sebelas Maret, atau bahkan mulai menempatkan banyak tempat sampah di setiap sudut kota.
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik,html
D. Kesimpulan
Sampah plastik yang sekarang ini dikurangi penggunaannya sebenarnya perlu juga diiringi kesadaran dalam membuang sampah dan menggunakan sampah plastik dengan bijak. Plastik yang mengandung bahan kimia apabila digunakan secara berlebihan maka akan berdampak buruk, begitupun kertas, kertas yang berbahan dasar dari pohon di bumi apabila pemakaiaannya berlebihan maka akan menimbulkan dampak buruk juga bagi pohon – pohon di bumi.
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik,html
Seharusnya, perlu adanya keseimbangan dalam pemakaian kedua bahan tersebut. Sehingga salah satu tidak mengalami pendominasian yang mana sesuatu yang berlebihan juga tidak baik. Bisa pula dengan cara mendaur ulang sampah plastik menjadi accesoris, yang saat ini juga telah banyak produk rumahan menggunakan sampah plastik sebagai bahan dasarnya.
Sumber : https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik,html
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/larangan-botol-plastik,html